Senin, 13 Mei 2013

TOEFL EXERCISE 4



     1  The defendant refused to answer the presecutor’s questions …
           Answer : A. Because he was afraid it would incriminate him
            *Kalimat berbentuk past, refused = v2 karena kata "it" sudah mewakili jawabannya

       2  Mrs Walker has returned...
           Answer : D.  The wallet to its original owner
           *returned berbentuk pasten , original = sifat
       3 The hospital owes …. for the contruction of the new wing.
           Answer : A The government twenty million dollars  Sentence structure is incorrect
           * owner : kata kerja  harus langsung objek tidak perlu kata depan govermment : objek
       4 Sarah…. that she could not attend classes next week.
          Answer : C Told her professors
          * setelah kata told harus objek  her proffessor = objek

       5 The artist was asked to show some painting at the contest because
          Answer : A He painted very good
          * Karena bentuk past langsung anak kalimat


        6 If motorists do not observe the traffic regulations, they will be stopped, ticketed, and  have to pay a fine.
      Answer : D * kata have to pay a fan seharusnya langsung menjadi paid(v3)

       7 Fired, who usually conducts the choir rehearsals, did not show up last night because he had and accident on his way to the practice.  
     Answer : D


   8  A short time before her operation last month, Mrs. Carlyle dreams of her daughter who 
       lives overseas. 
         Answer : C *Dreams = Dreamed (V2)
     
  9  The atmosphere in Andalucia is open, warm, and gives a welcome feeling to all
        who have the good fortune to visit here.
             Answer : B   * harus parael gives = give

 10  Some of the people were standing in the street watched the parade, while other were
       singing songs
       Answer : A *of the di hilangkan saja seharusnya some people 





     



Rabu, 17 April 2013

TOEFL EXERCISE (Skill 1-3)


1 Nobody knows when the process of glass-makaing was invented
   * Nobody = Singular > Know = Konows

2 The languages of the world present a vast array of stuctural similarities and differences
   * The languaes of the world = Jamak (banyak ) > Presents = Present

3 The rise of multinationals has  resulted in a great deal of legal ambiguity because multinationals    can operate in so many jurisdictions
   *  The Rise = Single > have = has

4 All of the east-west interstate highways in the United States have even numbers, while north-south interstate highways are odd numbered.
   *  highways=Jamak(banyaj) > has= have

5 When a massive star in the large Magellanic Cloud exploded in 1987, a was of neutrions were detected on earth
   * wave = single > wave = was

6 Every open space in the targeted area that has grass and a few bushes is occupied by the white-crowned sparrow
   *Every open = single > are = is

7 Krakatoa was remembered as the volcano that put so much ash into the air that sunsets around the world was affected for two years afterward
   * is = was

8 The term "Yankee" was originally a nickname for the people from New England, but now anyone from the United States is reffered to as a Yankee
   * anyone = single > are = is

9 A network of small arteries, mostly sandwiched between the skin and the underlying muscles, supplies blood to the face and scalp
 * network = single > supply = supplies

10 Mesquite is a small tree in the southwest which can withstand the severest drought
  * who = which

Rabu, 27 Maret 2013

TOEFL EXERCISE


Exercise A
6. The New student in the class very talkative and friendly ( Wrong )
                        S
 Was wrong because of not having the predicate
  The New student in the class is very talkative and friendly ( Right ) + Is

 The New studnet in the class  : Is Subject ( Adjectiv + Subject )



Exercise B
10.One a regular basis the plants in the boxes under the window in the kitchen are watered and fed (Right)  

The plants = subject
Are watered = to be + v3
                                                                     
TOEFL Exercise
 7 D.Marconi devolped radio as the first particial system of wireless telegraphy Past Tense  S+V2
                       
 A.Macroni development (This is noun the answer false)
 B Developing Marconi  (Marconi that was built by the answer false)
 C. The development by Marconi (false because marconi that was developed not radio)
  





Kamis, 03 Januari 2013

"Perbedaan Kontekstual dan Konseptual"


Makna kontekstual adalah makna sebuah kata atau gabungan kata atau suatu ujaran di dalam konteks pemakaiannya. Konteks di sini bisa berupa konteks kalimat, konteks situasi, atau konteks bidang pemakaian.

Sebagai contoh makna kontekstual dalam konteks kalimat, perhatikan makna kata mengambil pada kalimat-kalimat berikut.

a). Anak itu mengambil buku saya.

b). Semester ini saya belum mengambil mata kuliah kewiraan.

c). Kabarnya Pak Lurah akan mengambil pemuda itu sebagai sopirnya.

d). Dalam hal itu kami harus pandai-pandai mengambil kesempatan.

e). Tahun depan kami akan mengambil 10 orang pegawai baru.

kata mengambil pada kalimat (8a) adalah masih dalam makna leksikalnya yaitu menjemput sesuatu lalu membawanya, pada kalimat (8b) kata mengambil bermakna kotekstual ‘mengikuti’, pada kalimat (8c) bermakna ‘menjadikan’, pada kalimat (8d) bermakna ‘menggunakan’, dan pada kalimat (8e) bermksud ‘menerima’.

Dalam studi semantik pelbagai makna yang dimiliki oleh sebuah kata yang digunakan dalam konteks kalimat berbeda seperti dicontohkan oleh kata mengambil pada kalimat-kalimat (8) di atas disebut makna polisemi. Makna-makna polisemi ini mempunyai keterkaitan semantik dengan makna leksikal dari kata yang dipolisemikan, termasuk keterkaitan asosiasi dan perbandingan. Untuk jelasnya kita ambil kata kepala. Makna leksikal kata kepala adalah ‘bagian tubuh manusia (binatang) dari leher ke atas. Sekarang perhatikan kata kepala pada kalimat-kalimat berikut.

9 a). Ibunya menjadi kepala sekolah di Jakarta.

b). Nomor teleponnya ada pada kepala surat itu.

c). Kepala paku itu agak bundar.

d). Setiap kepala mendapat bantuan Rp 10.000,00.

e). Tamu kehormatan duduk di kepala meja.

makna polisemi, kata kepala pada kalimat (9a) adalah pemimpin (sekolah), pada kalimat (9b) adalah bagian atas/kertas surat, pada kalimat (9c) adalah menyerupai (bentuk) kepala, pada kalimat (9d) adalah ‘orang’, dan pada kalimat (9e) adalah ‘bagian utama dari meja’. Makna ‘pemimpin’ pada kalimat (9a) dengan kaitan makna leksikalnya adalah bahwa kepala merupakan bagian utama pada manusia, sehingga manusia tidak dapat hidup tanpa kepala. Hal ini sama dengan sekolah, sebuah sekolah harus dipimpin oleh seorang kepala. Makna ‘bagian sebelah atas’ pada kalimat (9b) memiliki kaitan dengan kepala, yaitu bahwa kepala terletak di sebelah atas, sama dengan letaknya kepala surat itu yang juga di sebelah atas. Makna ‘menyerupai’ pada kalimat (9c) juga mempunyai kaitan dengan kepala, yaitu bahwa kepala berbentuk bulat, sama dengan kepala paku yang juga relatif bulat.

Kemudian, yang disebut makna asosiasi atau makna kias, juga mempunyai ‘kaitan semantik dengan makna leksikalnya. Misalnya kata bunga dalam kalimat (10) adalah berarti ‘gadis cantik’.

10 a). Aminah adalah bunga di desa kami.

Yang dikaitkan adalah kecantikan Aminah dengan keindahan bunga. gadis cantik diasosiasikan dengan bunga. Bunga di mana-mana disukai orang karena keindahannya, sedangkan gadis cantik karena kecantikannya, apalagi kalau ditambah keluwesannya.

Makna kontekstual dalam konteks situasi biasanya berbentuk ujaran. Maka makna ujaran itu bergantung pada konteks situasinya. Umpamanya ujaran “Sudah hampir pukul dua belas”. Ujaran tersebut bila diucapakan oleh seoarng ibu asrama putri pada malam hari, ditujukan pada seorang pemuda yang masih bertamu akan bermakna ‘permintaan atau peringatan agra pemuda tersebut harus segera pulang’. kalau diucapkan seorang ustadz siang hari di sebuah pondok pesantern akan bermakna ‘peringatan pada anak-anak bahwa sebentar lagi waktu shalat dzuhur akan tiba’. Jadi, ujaran, “Sudah hampir pukul dua belas” bukanlah bermakna memberitahukan soal waktu, melainkan memberitahukan yang lain berkenaan dengan waktu itu.

Konteks bidang pemakaian dapat kita lihat perbedaan makna kata servis pada kalimat-kalimat berikut:

11 a). Servisnya melambung tinggi.

b). Mobil ini selalu saya servis di bengkel itu.

c). Maskannya enak, harganya murah, servisnya pun memuaskan.

Kata servis pada kalimat (11a) berasal dari bidang olahraga maknanya adalah ‘pukulan bola pertama (pada permainan badminton atau tennis)’. Kata servis pada kalimat (11b) berasal dari bidang perbengkelan, maknanya adalah ‘perbaikan atau perawatan’. Sedangkan kata servis pada kalimat (11c) berasal dari bidang jasa, maknanya adalah ‘pelayanan’.


Konseptual

Menurut kamus besar bahasa Indonesia yang dimaksud dengan konsep adalah rancangan, ide, atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret. Konseptual diartikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan konsep. Dapat dikatakan, makna konseptual merupakan makna yang ada pada kata yang tidak tergantung pada konteks kalimat. Makna konseptual sama artinya dengan makna denotatif, mana referensial,dan makna gramatikal. Contoh dari makna konseptual yaitu:


(1) ibu memiliki makna konseptual ‘manusia berjenis kelamin perempuan dan telah dewasa’.

(2) Kuda memiliki makna konseptual ‘sejenis binatang berkaki empat yang bisa dikendarai’


Sumber :

http://colinawati.blog.uns.ac.id/2010/05/10/12/

http://kuser-latihan.blogspot.com/2012/05/bahan-bacaan.html

"Euforia Masayarakat Jakarta Menyambut Gubernur Baru"



Tanggal 20 September 2012 telah dilaksanakan pilkada putaran kedua di DKI Jakarta berjalan lancar dan aman,relatif tanpa di warnai kejadian negatif yang berarti. Keadaan konfusif ini tentu di harapkan semua pihak sampai dengan nanti dilantiknya Guberur/Wakil Gubernur terpilih(yang baru), dan seterusnya bahkan menjadi lebih baik lagi

Banyak kita lihat dan dengan di daerah lain berlangsung kacau penuh perkara dan pertikaian,sampai banyak mengorbankan pikiran,waktu,tenaga,harta-benda bahkan nyawa yang sia-sia.Hal ini terjadi karena banyak pihak mengedepankan nafsu angkara murka yang penuh egoisme dan emosi, dan menyampinkan akal sehat dan hati-nurani.

Pilkada DKI Jakarta tanggal 20 september 2012 kemarin memberikan semangat dan rasa bangga serta haru bagi kami dan juga bangsa indonesia, yang mampu melaksanakan proses demokrasi secara baik dan beradab, dan pantas menjadi contoh yang baik dalam pelaksanaan demokrasi, bahkan(mungkin) sebagai contoh yang baik pelaksanaan demokrasi di dunia
Terpilihnya Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 meninggalkan catatan yang fenomenal.Baik secara personality hingga ke ranah politisi.Banyak sisi menarik yang layak dikupas dan dibahas seputar profil Si Tukang Kayu itu, bahkan Jokowi mampu menjungkirbalikan konstelasi politik di daerah yang selama ini terkenal dengan kemapanan politiknya
Tidak dapat dipungkiri lagi,Jokowi mampu “menyihir” perpolitikan nasonal dengan gayanya yang khas,sampai tujuh stasiun televisi nasional menayangkan secara langsung pelantikannya, benar benar sebuah fenomena yang tidak dapat dicerna dengan singkat

Bahkan warga Kota Solo pun setengahnya “keberatan” atas terpilihnya Jokowi tersebut.Kenyataan ini justru sebagai bukti bagaimana Jokowi mampu menempatkan rakyat pada posisi yang semestinya
Masih ada satu fenomena lagi setelah kepindahan Jokowi ke Jakarta yang perlu mendapat perhatian, hal itu adalah euforia. Ya kemenangan Jokowi memang membuat beberapa kelompok masyarakat meluapkan kegembiaraan sebagai ungkapan kekaguman,Kondisi ini sebenarnya sah-sah saja.Akan menjadi suatu yang ganjil dan kurang elegan manakala ada upaya mobilitasi pejabat publik untuk mengungkapkan euforia itu secara masif.Apakah cara pamitan beberapa waktu lalu masih dirasa kurang? Dengan dalih apapun seperti kunjungan kerja misalnya kenyataannya waktunya menjadi tidak tepat.

Waktu pelantikan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama tinggal menghitung hari. Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta memutuskan pelantikan keduanya akan dilaksanakan pada Senin (15/10/2012) pekan depan. Sejumlah persiapan mulai dilakukan. Diawali dengan disebarnya 2.000 undangan, geladi kotor acara pelantikan, dan tak ketinggalan melobi para pedagang yang sehari-hari mangkal di depan Gedung DPRD.

Pelobian pedagang itu dilakukan oleh pihak DPRD DKI Jakarta. Tujuannya untuk menyajikan jajanan gratis bagi warga yang hadir langsung di lokasi saat acara pelantikan digelar. Diah (50), seorang pedagang minuman botol di Jalan Kebon Sirih, persis di depan Gedung DPRD, mengatakan, pada Kamis (11/10/2012) kemarin ada dua petugas dari lingkungan DPRD mendatangi para pedagang yang mangkal di area tersebut.

Mereka mengajak para pedagang untuk ikut memeriahkan acara pelantikan dengan menggratiskan seluruh dagangannya. Sebagai kompensasi, seluruh dagangan yang digratiskan saat acara pelantikan Jokowi akan diganti dengan sejumlah uang sesuai dengan harga dan jumlah yang dipesan.
Wanita yang telah berjualan di area ini sejak 1979 itu mengaku bisa menjual ratusan minuman botol setiap harinya. Khusus untuk acara pelantikan, ia meminta diganti harga minuman per botolnya seharga Rp 3.000 untuk tiga jenis minuman botol, yakni Aqua, Teh Botol Sosro, dan Estee.

"Kemarin ada yang datang dari dalam dan berseragam. Kita semua diminta nyiapin fotokopi KTP, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi padahal waktunya udah mepet," kata Diah saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat (12/10/2012) siang.
Sama halnya dengan Anto (45), pedaga
ng mi ayam yang telah mulai berdagang di kawasan ini sejak lulus dari bangku sekolah dasar. Secara khusus ia diminta  menyiapkan 100 porsi mi ayam saat pelantikan berlangsung. Padahal, setiap harinya ia bisa menjual 200 porsi dengan harga per mangkuknya Rp 8.000.

"Saya coba minta ditambah pesanannya jadi 150 mangkuk. Kalau nggak bisa, setelah habis 100 mangkuk, saya akan jualan sendiri di luar gedung," tuturnya.
Saat pelantikan Jokowi-Basuki nanti diperkirakan banyak warga yang ingin menyaksikan langsung dari lokasi pelantikan di Gedung DPRD DKI Jakarta. Untuk mengantisipasinya, pihak kepolisian dan dinas perhubungan ikut dilibatkan, termasuk kemungkinan rencana penutupan Jalan Kebon Sirih apabila situasinya tidak memungkinkan untuk dilewati. Pada hari itu, area nonton bareng acara pelantikan juga disiapkan, termasuk gelaran pesta rakyat di dalamnya.



Sumber : 
 http://politik.kompasiana.com/2012/09/21/pilkada-dki-jakarta-2012-patut-menjadi-patokan-benchmark-pemilupilkada-di-indonesia-488819.html
http://sosbud.kompasiana.com/2012/10/16/euforia-menyambut-jokowi-501625.htm
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/10/12/15495721

Teknik Membuat Ringkasan



Cara Membuat Ringkasan

Bagi orang yang sudah terbiasa membuat ringkasan, mungkin kaidah yang berlaku dalam menyusun ringkasan telah tertanam dalam benaknya. Meski demikian, tentulah perlu diberikan beberapa patokan sebagai pegangan dalam membuat ringkasan terutama bagi mereka yang baru mulai atau belum pernah membuat ringkasan. Berikut ini beberapa pegangan yang dipergunakan untuk membuat ringkasan yang baik dan teratur.

1. Membaca Naskah Asli

Bacalah naskah asli sekali atau dua kali, kalau perlu berulang kali agar Anda mengetahui kesan umum tentang karangan tersebut secara menyeluruh. Penulis ringkasan juga perlu mengetahui maksud dan sudut pandangan penulis naskah asli. Untuk mencapainya, judul dan daftar isi tulisan (kalau ada) dapat dijadikan pegangan karena perincian daftar isi memunyai pertalian dengan judul dan alinea-alinea dalam tulisan menunjang pokok-pokok yang tercantum dalam daftar isi.

2. Mencatat Gagasan Utama

Jika Anda sudah menangkap maksud, kesan umum, dan sudut pandangan pengarang asli, silakan memperdalam dan mengonkritkan semua hal itu. Bacalah kembali karangan itu bagian demi bagian, alinea demi alinea sambil mencatat semua gagasan yang penting dalam bagian atau alinea itu. Pokok-pokok yang telah dicatat dipakai untuk menyusun sebuah ringkasan. Langkah kedua ini juga menggunakan judul dan daftar isi sebagai pegangan. Yang menjadi sasaran pencatatan adalah judul-judul bab, judul anak bab, dan alinea, kalau perlu gagasan bawahan alinea yang betul-betul esensial untuk memperjelas gagasan utama tadi juga dicatat.

3. Mengadakan Reproduksi

Pakailah kesan umum dan hasil pencatatan untuk membuat ringkasan. Urutan isi disesuaikan dengan naskah asli, tapi kalimat-kalimat dalam ringkasan yang dibuat adalah kalimat-kalimat baru yang sekaligus menggambarkan kembali isi dari karangan aslinya. Bila gagasan yang telah dicatat ada yang masih kabur, silakan melihat kembali teks aslinya, tapi jangan melihat teks asli lagi untuk hal lainnya agar Anda tidak tergoda untuk menggunakan kalimat dari penulis asli. Karena kalimat penulis asli hanya boleh digunakan bila kalimat itu dianggap penting karena merupakan kaidah, kesimpulan, atau perumusan yang padat.

4. Ketentuan Tambahan

Setelah melakukan langkah ketiga, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan itu diterima sebagai suatu tulisan yang baik.


1. Susunlah ringkasan dalam kalimat tunggal daripada kalimat majemuk.

2. Ringkaskanlah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata. Jika rangkaian gagasan panjang, gantilah dengan suatu gagasan sentral saja.

3. Besarnya ringkasan tergantung jumlah alinea dan topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan. Ilustrasi, contoh, deskripsi, dsb. dapat dihilangkan, kecuali yang dianggap penting.

4. Jika memungkinkan, buanglah semua keterangan atau kata sifat yang ada, meski terkadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat dalam rangkaian keterangan atau rangkaian kata sifat yang terdapat dalam naskah.

5. Anda harus mempertahankan susunan gagasan dan urutan naskah. Tapi yang sudah dicatat dari karangan asli itulah yang harus dirumuskan kembali dalam kalimat ringkasan Anda. Jagalah juga agar tidak ada hal yang baru atau pikiran Anda sendiri yang dimasukkan dalam ringkasan.

6. Agar dapat membedakan ringkasan sebuah tulisan biasa (bahasa tak langsung) dan sebuah pidato/ceramah (bahasa langsung) yang menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal atau jamak, ringkasan pidato atau ceramah itu harus ditulis dengan sudut pandangan orang ketiga.

7. Dalam sebuah ringkasan ditentukan pula panjangnya. Karena itu, Anda harus melakukan seperti apa yang diminta. Bila diminta membuat ringkasan menjadi seperseratus dari karangan asli, maka haruslah membuat demikian. Untuk memastikan apakah ringkasan yang dibuat sudah seperti yang diminta, silakan hitung jumlah seluruh kata dalam karangan itu dan bagilah dengan seratus. Hasil pembagian itulah merupakan panjang karangan yang harus ditulisnya. Perhitungan ini tidak dimaksudkan agar Anda menghitung secara tepat jumlah riil kata yang ada. Tapi perkiraan yang dianggap mendekati kenyataan. Jika Anda harus meringkaskan suatu buku yang tebalnya 250 halaman menjadi sepersepuluhnya, perhitungan yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

Panjang karangan asli (berupa kata) adalah: Jumlah halaman x Jumlah baris per halaman x Jumlah kata per baris = 250 x 35 X 9 kata = 78.750 kata.

Panjang ringkasan berupa jumlah kata adalah: 78.750 : 10 = 7.875 kata. Panjang ringkasan berupa jumlah halaman ketikan adalah: jika kertas yang dipergunakan berukuran kuarto, jarak antar baris dua spasi, tiap baris rata-rata sembilan kata, pada halaman kertas kuarto dapat diketik 25 baris dengan jarak dua spasi, maka: Jumlah kata per halaman adalah: 25x 9 kata = 225. Jumlah halaman yang diperlukan adalah: 7.875:225 = 35 halaman.



Sumber : www.bisnet.or.id/vle/mod/resource/view.php?id=6285